Bangka Belitung — Sebuah rangkaian tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diterima redaksi memunculkan dugaan adanya upaya intervensi, intimidasi, dan tantangan terhadap pemilik jaringan 32 media sekaligus Owner IMC (Ivounk Media Cyber).
Dokumentasi yang beredar, sebuah akun WhatsApp bernama “Thias” salah satu admin IMC mengirim pesan kepada Evan owner IMC dari nomor WhatsApp 083138606383 yang berbunyi: “Evan bikin berita ok… cari bos yang besar… jangan kita sama-sama orang Islam yang diganggu.”tulis akun WA tersebut
Pesan tersebut kemudian memicu reaksi keras dari Evan yang memahami maksud dan arah pernyataan tersebut.
Pemilik jaringan media yang menilai pesan tersebut diduga bukan sekadar kritik terhadap produk jurnalistik, melainkan mengarah pada intervensi terhadap redaksi independensi.
Dalam percakapan lanjutan di grup WhatsApp, ia menyampaikan persetujuan dan menegaskan bahwa setiap berita diterbitkan berdasarkan kerja redaksi, bukan atas tekanan pihak mana pun.
“Saya punya 32 media, masing-masing memiliki admin jangan mengatur siapa yang harus kami beritakan,dan saya juga tidak tahu berita apa dan naik di media mana” tulis Evan.
Bukannya mengakui, akun yang menggunakan nama Rius membalas bahwa dirinya tidak takut pada siapa pun dan malah menantang di grup.
Dalam perspektif etik jurnalistik, setiap media memiliki hak menentukan agenda pemberitaan secara independen sebagaimana dijamin Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Segala bentuk tekanan, intimidasi, maupun upaya mempengaruhi ruang redaksi dibandingkan dengan prinsip independensi jika terbukti terjadi***Tim/Red







