TAKALAR-Ribuan aparat Desa di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan mengeluhkan pemerintahan Bupati Takalar Mohammad Firdaus Dg Manye, pasalnya sudah enam bulan mereka belum menerima gaji.
Lambatnya pencairan Anggaran Dana Desa (ADD) tri wulan 2 tersebut bukan hanya berdampak pada aparat desa namun juga berdampak pada kepala desa.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Takalar, Rahmansyah Lantara, menyebut gangguan aplikasi menjadi penyebab lambatnya pencairan ADD tersebut.
“Aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) Pusdatin Kemendagri sementara melakukan pemeliharaan,” kata Rahmansyah Lantara saat dihubungi beberapa hari yang lalu.
Rahmansyah menambahkan, bukan hanya pencairan ADD terkendala, tetapi seluruh pencairan anggaran lainnya juga mengalami hal serupa.
“Sehingga proses penatausahaan keuangan, pencairan ADD tidak bisa dilakukan karena bersifat online,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan PMD Takalar, Andi Rijal Mustamin, menyampaikan pihaknya telah mengirimkan 48 berkas desa ke BKAD untuk proses pencairan.
“Semua 86 desa pekan ini kami kirimkan berkasnya ke BKAD diproses pencairannya,” pungkas Andi Rijal Mustamin ke wartawan.(*)







