SABANG, ACEH – 6 Februari 2026-Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Balohan, Kota Sabang, dalam beberapa waktu terakhir tampak jauh dari kata ramai. Pelabuhan yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas dan ekonomi masyarakat Sabang kini terlihat lengang, mencerminkan tekanan serius terhadap daya beli warga.
Pantauan langsung di lapangan menunjukkan penurunan signifikan jumlah penumpang dan kendaraan yang keluar-masuk Sabang. Area pelabuhan yang biasanya dipadati antrean kini terlihat longgar, dengan aktivitas yang berjalan minim dan tanpa geliat berarti.
Erwin, salah seorang warga Kota Sabang, menilai kondisi tersebut bukan disebabkan oleh menurunnya minat bepergian masyarakat, melainkan akibat keterbatasan ekonomi yang semakin dirasakan.
“Bukan karena masyarakat tidak mau bepergian, tapi karena kondisi keuangan yang semakin berat. Sekarang orang harus berpikir berkali-kali sebelum keluar kota, semuanya disesuaikan dengan isi dompet,” ujar Erwin kepada wartawan di Pelabuhan Balohan, Kamis (5/2/2026).
Ia mengungkapkan, tekanan ekonomi ini telah berlangsung cukup lama dan berdampak langsung terhadap mobilitas warga. Banyak masyarakat memilih menunda bahkan membatalkan perjalanan yang tidak bersifat mendesak karena biaya transportasi dinilai semakin memberatkan.
“Ekonomi masyarakat benar-benar terpuruk. Sepinya Pelabuhan Balohan ini jadi gambaran nyata bahwa daya beli warga sedang tidak baik-baik saja,” tambahnya.
Sepinya aktivitas pelabuhan dikhawatirkan akan menimbulkan dampak berantai terhadap berbagai sektor, mulai dari jasa transportasi, pariwisata, hingga pelaku usaha kecil dan menengah yang selama ini menggantungkan penghasilan dari arus penumpang dan distribusi barang.
Masyarakat pun berharap adanya perhatian dan langkah konkret dari pemerintah daerah serta pihak terkait untuk mendorong pemulihan ekonomi Sabang. Kebijakan yang berpihak pada rakyat, khususnya dalam meringankan biaya transportasi dan menghidupkan kembali aktivitas ekonomi lokal, dinilai sangat mendesak.
Pelabuhan Balohan sebagai pintu utama konektivitas Sabang diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga kembali menjadi indikator kebangkitan ekonomi masyarakat di ujung barat Indonesia.
~Eric Karno (Sabang)









