Bangka, Minggu (30/11/2025). Upaya seorang wartawati untuk meminta klarifikasi terkait dugaan penyembunyian excavator Hitachi di Belinyu justru berujung pada pemblokiran kontak WhatsApp. Langkah tersebut memicu kecurigaan kuat bahwa ada pihak yang mencoba mengaburkan jejak ekskavator yang diduga terhubung dengan aktivitas tambang ilegal di kawasan Bubus.
Wartawati berupaya mengonfirmasi informasi kepada Yunus, sosok yang oleh warga disebut sebagai pengelola operasional alat berat milik pengusaha berinisial A, dikenal luas sebagai “Big Bos Ajau.”
—
🕑 Upaya Konfirmasi Berujung Janggal: “Maaf Salah Sambung”
Sekitar siang hari, wartawati mengirim pesan WhatsApp:
> Wartawati: “Met siang Pak Yunus, izin konfirmasi sebelumnya terkait pemberitaan.”
Balasan diterima singkat: > Yunus: “Maaf salah sambung.”
Wartawati kemudian mempertegas:
> Wartawati: “Bapak Yunus kan pengurus alat berat PC Big Bos Ajau. Kami ingin meminta konfirmasi sebelum berita lanjutan kami terbitkan.”
Tidak ada jawaban.
Beberapa menit kemudian, kontak wartawati diblokir tanpa penjelasan apa pun.
—
âť— Pemblokiran Justru Menguatkan Dugaan Warga
Menurut warga, tindakan itu justru mempertebal kecurigaan bahwa:
Yunus adalah kakak dari A (Big Bos Ajau),
Turut mengatur kegiatan tambang di kawasan Bubus,
Dan diduga mengetahui keberadaan excavator Hitachi yang sempat “menghilang” dari pantauan aparat.
Excavator Hitachi yang ditemukan di sebuah gudang dekat Kumpai diduga merupakan unit yang selama ini dicari jaksa dalam penyelidikan kasus yang menjerat Rian Susanto, putra dari Big Bos A.
—
🗣️ Wartawati Bertanya: “Kalau Tidak Ada Apa-Apa, Kenapa Blokir?”
Pemblokiran kontak membuat publik bertanya-tanya.
> “Wartawati cuma minta konfirmasi. Kalau tidak terlibat, harusnya bisa jawab. Ini malah memblokir. Jadi makin kuat dugaan masyarakat,”
tegas warga setempat yang meminta namanya dirahasiakan.
—
⚖️ Desakan Menguat: Jaksa Diminta Bergerak Cepat
Melihat adanya tindakan yang terkesan menghindar, warga semakin mendesak aparat penegak hukum untuk:
Segera memeriksa gudang di Jalan Kusam, Belinyu,
Memanggil pihak-pihak terkait, termasuk Yunus dan A,
Mengusut siapa yang memindahkan PC Hitachi,
Menindak siapapun yang mencoba menghalangi penyelidikan,
Serta memastikan status excavator yang disebut-sebut hilang meski kunci kontrolnya masih di tangan jaksa.
> “Kami ingin kasus ini terang benderang sampai tuntas dan segera ditindaklanjuti,” ujar warga lainnya.
Tim Redaksi: SikatHabisNews
✍️ Mega Lestari — Wartawati









