PIDIE JAYA – Pendidikan bukan sekadar membangun ruang kelas, tetapi menyiapkan generasi yang cerdas, disiplin, mandiri, dan berkarakter. Pesan itu ditegaskan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Kementerian Pertahanan RI saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 26 Pidie Jaya di Desa Matang, Kecamatan Trienggadeng, Jumat (23/10/2026).
Ketua Tim Wasev Kemenhan RI, Laksamana Madya TNI Mochamad Taufik Hidayat, S.T., M.Si., menegaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memastikan program pendidikan berjalan efektif, menjawab kebutuhan siswa, dan terus mengalami perbaikan.
“Keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari sarana dan prasarana. Kualitas pembelajaran, kompetensi guru, pendampingan siswa, serta pembentukan karakter harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.
Menurutnya, pendidikan memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan nasional. Generasi yang terdidik, produktif, dan berintegritas merupakan modal penting bagi masa depan bangsa.
“Anak-anak yang belajar di Sekolah Rakyat adalah bagian dari masa depan Indonesia. Mereka harus mendapat pendidikan dan pendampingan yang baik agar mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Dalam kunjungan itu, Tim Wasev juga memberikan motivasi kepada para siswa agar berani bermimpi, percaya diri, dan terus mengejar cita-cita.
Sementara itu, Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malaysi, MA, S.Sos., M.E., mengapresiasi perhatian Kemenhan RI dan Universitas Pertahanan RI terhadap pendidikan di daerahnya.
Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya membuka akses pendidikan yang lebih adil, terutama bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan dukungan.
“Tidak boleh ada anak yang kehilangan masa depan hanya karena keterbatasan keadaan keluarganya,” tegas Bupati.
Bupati juga menyambut pelaksanaan Bakti Mengajar mahasiswa Universitas Pertahanan RI. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memperkaya wawasan siswa, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, dan cinta tanah air.
Dalam evaluasi tersebut, Tim Wasev menyoroti enam aspek utama, yakni tata kelola pendidikan, kualitas pembelajaran, kesiapan tenaga pendidik, sarana dan prasarana, pembinaan karakter siswa, serta efektivitas pelaksanaan program.
Evaluasi itu diharapkan menjadi dasar perbaikan nyata, bukan sekadar laporan administratif, agar kualitas layanan pendidikan semakin meningkat.
Turut dihadiri Brigjen TNI Heri Abriyadi, Kolonel Cke Rina Susilawati, S.AP., M.Si., Sekda Pidie Jaya Dr. Munawar Ibrahim, S.Kp., M.PH., unsur TNI-Polri, jajaran pemerintah daerah, kepala sekolah, dewan guru, pengasuh, mahasiswa Unhan RI, serta para siswa SRT 26 Pidie Jaya.
Kunjungan ini menegaskan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat membutuhkan kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga pendidik dan masyarakat.
Tujuannya jelas, memastikan pendidikan tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk generasi tangguh yang siap menghadapi masa depan dan berkontribusi bagi bangsa.




