Pidie – Lantai jembatan patah dan berlubang membuat akses warga menuju Desa Leupu, Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, terganggu. Warga harus lebih berhati-hati saat melintas karena kerusakan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan. Melihat kondisi itu, TNI tidak tinggal diam. Koramil 17/Geumpang bersama Yonif TP 857/GG dan masyarakat langsung turun tangan memperbaiki jembatan tersebut melalui gotong royong, Jumat (23/10/2026).

Perbaikan difokuskan pada sejumlah papan lantai jembatan yang telah patah, berlubang dan tidak lagi layak digunakan. Papan yang rusak kemudian diganti dengan papan baru agar jalur tersebut kembali dapat dilalui masyarakat dengan lebih aman.

Gotong royong dipimpin langsung Danramil 17/Geumpang Lettu Inf Munawir bersama Danki Yonif TP 857/GG Kapten Inf Jaminan. Personel Koramil 17/Geumpang, Yonif TP 857/GG dan masyarakat tampak bahu-membahu mengangkat, memasang dan memperkuat papan lantai jembatan yang mengalami kerusakan.

Turut hadir Imum Mukim Bangkeh Samsuar M. Jamil, S.Sos., Geuchik Desa Leupu Jailani serta masyarakat setempat. Kehadiran unsur TNI bersama masyarakat tersebut menjadi bentuk respons nyata terhadap kebutuhan warga yang sehari-hari menggunakan jembatan sebagai akses menuju Desa Leupu.

Bagi warga, kondisi jembatan bukan sekadar persoalan papan yang rusak. Ketika lantai jembatan patah dan berlubang, rasa aman saat melintas ikut terganggu. Padahal akses tersebut dibutuhkan masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Karena itu, perbaikan dilakukan dengan mengedepankan semangat gotong royong. TNI bersama masyarakat tidak hanya melihat persoalan, tetapi langsung mengambil langkah untuk mengatasinya.

Danramil 17/Geumpang Lettu Inf Munawir mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian TNI terhadap kesulitan yang dihadapi masyarakat di wilayah binaannya.

“Ketika ada fasilitas yang digunakan masyarakat mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan, kita tidak boleh hanya melihat. TNI bersama Yonif TP 857/GG dan masyarakat langsung bergotong royong untuk memperbaikinya. Ini merupakan bentuk nyata kepedulian kami dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, perbaikan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya warga yang setiap hari menggunakan akses tersebut.

“Alhamdulillah, papan lantai yang patah dan berlubang sudah kita ganti dengan yang baru. Harapannya warga dapat kembali melintas dengan lebih aman dan tidak lagi waswas. Yang kita bangun bukan hanya lantai jembatan, tetapi juga rasa aman dan kepedulian bersama di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Geuchik Desa Leupu Jailani menyampaikan apresiasi atas kepedulian Koramil 17/Geumpang bersama Yonif TP 857/GG yang turun langsung membantu memperbaiki jembatan.

“Kami sangat berterima kasih kepada TNI yang sudah peduli dan membantu memperbaiki jembatan ini. Kondisinya memang sudah rusak dan membuat warga harus berhati-hati saat melintas. Setelah diperbaiki, masyarakat merasa lebih aman dan akses menuju Desa Leupu kembali lebih nyaman digunakan,” ungkapnya.

Ia berharap kebersamaan antara TNI dan masyarakat terus terpelihara, karena banyak persoalan di lingkungan warga yang dapat diselesaikan apabila seluruh pihak saling membantu dan bergotong royong.

Aksi tersebut menjadi bukti bahwa kehadiran TNI di tengah rakyat tidak hanya terlihat ketika menjalankan tugas pertahanan dan keamanan. Ketika masyarakat menghadapi kesulitan, TNI hadir untuk mendengar, melihat kondisi di lapangan dan bergerak mencari solusi bersama.

Lantai jembatan yang patah memang membuat akses warga terganggu. Namun, melalui gotong royong, kerusakan itu tidak dibiarkan menjadi hambatan berkepanjangan. TNI bersama rakyat turun tangan, mengganti yang rusak dan mengembalikan rasa aman warga saat melintas.

Inilah wajah kemanunggalan TNI dengan rakyat: ketika warga menghadapi kesulitan, TNI hadir bukan sekadar untuk melihat, tetapi bergerak dan bekerja bersama hingga persoalan dapat diatasi.

\ Get the latest news /