Pidie – Menjaga perdamaian Aceh bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., saat melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) sekaligus silaturahmi bersama tokoh-tokoh masyarakat Kecamatan Sakti, bertempat di Makoramil 12/Sakti, Kabupaten Pidie, Sabtu (24/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Dandim 0102/Pidie didampingi Danramil 12/Sakti Kapten Inf Dwi Santosa. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dengan melibatkan unsur Muspika, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, Imum Mukim, perangkat gampong serta Ketua KPA Kecamatan Sakti.

Komunikasi Sosial tersebut menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, komunikasi,menyerap aspirasi sekaligus membangun kesamaan pandangan antara TNI dengan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah.

Di hadapan para tokoh, Letkol Inf Abdul Hadi mengajak seluruh elemen masyarakat kecamatan Sakti untuk bersama-sama merawat perdamaian Aceh yang telah berjalan dengan baik.

“Perdamaian Aceh adalah hasil perjuangan panjang yang harus kita jaga bersama. Jangan mudah terprovokasi oleh ajakan atau informasi yang dapat memecah persatuan dan membawa Aceh kembali kepada masa konflik. Mari kita jaga keamanan, kedamaian dan persaudaraan yang sudah kita rasakan saat ini,” tegas Dandim.

Menurutnya, peran tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan seluruh perangkat gampong sangat penting sebagai kekuatan sosial dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

Dandim Pidie juga mengajak para tokoh Kecamatan Sakti untuk memberikan dukungan terhadap kepemimpinan putra-putra terbaik Pidie yang saat ini dipercaya mengemban tugas di wilayah Aceh, yakni Pangdam Iskandar Muda dan Danrem 011/Lilawangsa.

“Kita berharap para tokoh dan masyarakat Pidie dapat memberikan dukungan serta membantu pelaksanaan tugas Pangdam IM dan Danrem 011/LW. Dengan sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat, kita ingin Pidie dan Aceh semakin aman, maju dan sejahtera,” ujarnya.

Selain membahas stabilitas dan perdamaian, Dandim juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan informasi terkait penerimaan prajurit TNI AD, khususnya Bintara PK dan Tamtama PK.

Ia meminta para tokoh agar meneruskan informasi tersebut kepada para pemuda di Kecamatan Sakti sehingga kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan secara luas oleh generasi muda.

“Kami berharap para tokoh membantu menyampaikan informasi ini kepada para pemuda. Saat ini peluang untuk mengikuti seleksi TNI AD semakin terbuka. Jangan sampai ada pemuda yang memiliki kemampuan dan cita-cita menjadi prajurit, tetapi tidak mendapatkan informasi tentang kesempatan ini,” jelasnya.

Dalam sosialisasi tersebut disampaikan bahwa terdapat perubahan persyaratan, termasuk batas usia yang diperpanjang menjadi 17 sampai dengan 26 tahun. Untuk tinggi badan, calon Bintara PK minimal 163 sentimeter, sedangkan Tamtama PK minimal 158 sentimeter.

Dandim menegaskan, proses penerimaan prajurit TNI AD dilaksanakan secara gratis, objektif, transparan dan tidak dipungut biaya.

“Jangan percaya kepada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah uang. Seleksi dilaksanakan secara objektif dan transparan. Persiapkan diri sebaik mungkin, jaga kesehatan, tingkatkan kemampuan dan ikuti seluruh tahapan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Melalui Komsos tersebut, Kodim 0102/Pidie tidak hanya memperkuat komunikasi dengan para tokoh masyarakat, tetapi juga mendorong lahirnya kolaborasi untuk menjaga keamanan, merawat perdamaian serta membuka ruang bagi generasi muda Pidie untuk meraih masa depan melalui jalur pengabdian kepada bangsa dan negara.

Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan semakin memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama menjaga Aceh tetap damai, aman dan kondusif.

\ Get the latest news /