TAKALAR – Lapas Kelas II Takalar kembali menjadi sorotan tajam publik. Salah seorang warga binaan berinisial M, yang diketahui baru beberapa bulan menjalani masa tahanan, diduga bebas menggunakan handphone untuk melakukan aksi tak senonoh dari balik jeruji besi.
Informasi yang beredar menyebutkan, M yang terjerat kasus pencurian dan percobaan pemerkosaan, kini kembali berulah. Ia diduga melakukan video call dengan beberapa perempuan, salah satunya merupakan istri dari sesama narapidana dan secara sengaja menunjukkan alat vitalnya dalam panggilan tersebut.
Aksi ini sontak memicu kemarahan masyarakat. Tak hanya karena kontennya yang asusila, tapi juga karena munculnya dugaan adanya praktik penyewaan handphone di dalam Lapas yang melibatkan oknum petugas.
“Tidak mungkin warga binaan bisa seenaknya menggunakan handphone tanpa restu dari dalam. Kami menduga kuat ada oknum petugas yang terlibat dalam penyewaan ponsel mingguan,” ujar Daeng Tanga, tokoh masyarakat Takalar, Minggu (17/08/2025).
Daeng Tanga juga menyoroti lemahnya pengawasan pasca pergantian kepala Lapas dari Ashari ke Mansyur. Ia menilai, sejak pergantian tersebut, praktik ilegal seperti penyelundupan ponsel dan dugaan peredaran narkoba semakin terbuka lebar.
“Kami minta Kanwil Kemenkumham Sulsel segera mengevaluasi Kalapas Takalar dan seluruh jajarannya. Jika tidak ada tindakan tegas, masyarakat siap melakukan aksi besar-besaran sebagai bentuk protes,” tegasnya.
Sejauh ini, pihak Lapas Takalar belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi kepada Kalapas Mansyur juga belum membuahkan hasil hingga berita ini ditayangkan.(*)











