TAKALAR-Perlombaan gerak jalan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI di Kabupaten Takalar berakhir memilukan.
Puluhan pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut jatuh pingsan akibat kelelahan, Jumat (12/8) malam.
Kegiatan yang berlangsung sejak siang hari itu membuat para peserta dari jenjang SD hingga SMA terpapar panas terik dan kelelahan akibat menempuh rute yang cukup panjang.
Perlombaan sendiri baru rampung menjelang waktu Maghrib, setelah berlangsung selama berjam-jam.
Menurut keterangan salah satu orang tua siswa, pingsannya para peserta kemungkinan besar dipicu oleh kelelahan dan jadwal lomba yang berlangsung terlalu lama.
“Ini tentu jadi bahan evaluasi. Anak-anak beraktivitas dari siang, bahkan belum sempat istirahat cukup. Tahun depan, jangan sampai kejadian seperti ini terulang,” ujarnya prihatin.
Beberapa pelajar sempat diberikan pertolongan pertama oleh sesama peserta menggunakan obat-obatan seadanya, sebelum akhirnya tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar turun tangan.
Bahkan, beberapa peserta harus dipasangi selang oksigen, dan sebagian lainnya dirujuk ke RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle serta puskesmas terdekat.
Dari pantauan di lapangan, ratusan pelajar telah bersiap mengikuti lomba sejak pagi. Peserta dari tingkat SD memulai lomba siang hari, dilanjutkan oleh siswa SMP di sore hari, dan ditutup oleh siswa SMA menjelang Maghrib.
Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menyampaikan rasa prihatinnya atas insiden ini.
“Kami turut prihatin atas kejadian ini. Seluruh tenaga medis telah dikerahkan untuk memberi penanganan terbaik bagi anak-anak yang pingsan. Ini akan jadi evaluasi serius bagi panitia pelaksana,” ungkapnya.
Ia menegaskan, ke depan jadwal dan teknis pelaksanaan lomba akan diatur lebih baik agar tidak memakan waktu hingga malam hari.
“Tahun depan, jumlah peserta akan dibatasi dan pelaksanaan tidak boleh sampai malam. Semua demi kenyamanan dan keselamatan peserta,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi penyelenggara kegiatan serupa agar menempatkan faktor keselamatan dan kesehatan peserta sebagai prioritas utama.(*)









