Senin : 30 – Juni – 2025

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bangka barat – Sikathabisnews.com

berdasarkan hasil investigasi yang didapatkan langsung dilapangan,

Media Sikathabisnews.com berhasil mengantongi satu nama kolektor timah, diduga ilegal “serta tidak mengantongi surat izin apapun’ yang berada di desa belo, kecamatan muntok, kabupaten Bangka barat.

Guna mendapatkan keterangan yang lebih akurat dan signifikan, media Sikathabisnews.com, segera bertanya kepada pria yang tak sengaja berada dekat dari rumah sang kolektor (KR). izin bang, apa benar ini rumah nya bapak (KR),oh iya bener bapak,,ada apa ya bapak.,

“izin bang saya mau ketemu saja sama beliaw,.”.kalau boleh tau,,bapak (KR) ini menyetor timah nya kepada siapa ya bapak.

Kalau setahu saya dan sering dengar, “dulunya sama orang parit tiga,,tapi kini pak (KR) menyetornya ke seseorang yang berkediaman di Muntok, kalau tidak salah (Mas Jhon). ujar pria yang enggan disebutkan namanya.

Dikarenakan sang kolektor biji pasir timah  (KR), masih sibuk melayani penjual biji pasir timah kepada nya, team segera memutuskan untuk kembali pulang.

” Tidak membuang waktu media Sikathabisnews.com, segera permisi untuk undur diri.

barang siapa yang melanggar ketentuan tersebut diancam dengan sanksi pidana sesuai bunyi ketentuan Pasal 158 Undang-undang RI Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara Undang -undang RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan RI

Setiap orang yang melakukan Pertambangan tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam pasal 35 dipidana penjara paling lama 5 (Lima) Tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000.000.00 (Seratus Miliar Rupiah).

Sampai terbitnya berita ini, media Sikathabisnews.com,” meminta kepada pihak – pihak terkait untuk melakukan serta memberikan tindakan tegas terhadap kolek tor biji pasir timah tersebut sesuai pasal dan undang – undang yang berlaku di negara kesatuan Republik indonesia, serta berupaya akan mengkonfirmasi perihal tersebut ke jenjang yang lebih tinggi, hingga memutuskan tali jaringan mafia Timah.***Team/Red