BANGKA BARAT — Tradisi budaya turun-temurun kembali menggema. Desa Ranggi Asam, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, menggelar *Pesta Adat Khitanan Massal 2026* selama dua hari penuh, *Sabtu – Minggu, 11 – 12 Juli 2026*.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ribuan warga dipastikan tumpah ruah. Agenda ini bukan sekadar khitanan, tapi simbol jati diri masyarakat Ranggi Asam yang dijaga selama puluhan tahun.

“Kami tidak ingin tradisi ini punah. Khitanan massal adalah identitas kami. Lewat syukur, arak-arakan, dan doa bersama, kami titipkan anak-anak ke hadapan Tuhan,” ujar salah satu tokoh adat Desa Ranggi Asam saat dikonfirmasi, Jumat (10/7/2026).

Puncak pembuka digelar Sabtu, 11 Juli 2026 Rangkaian dimulai dari Masjid Desa Ranggi Asam dengan Prosesi Syukuran & Ritual Merendam Doa Bersama Seluruh warga dan peserta khitan, baik laki-laki maupun perempuan, berkumpul memanjatkan doa keselamatan.

Usai doa, suasana pecah Peserta khitan diarak keliling desa mengenakan pakaian adat  Genderang ditabuh, warga berdiri di pinggir jalan menyaksikan iring-iringan yang menjadi tontonan sakral sekaligus hiburan rakyat.

Tradisi inti kemudian dilanjutkan dengan ritual perendaman Para peserta dibawa ke sungai atau sumber air desa untuk berendam secara tradisional. Prosesi ini dipercaya sebagai penyucian diri sebelum khitan.

Malam harinya desa berubah jadi pesta. Panggung hiburan rakyat digelar untuk seluruh warga. Musik,tari, dan kuliner khas Bangka Barat menghidupkan suasana hingga larut.

Minggu, 12 Juli 2026 menjadi hari penentuan. Pelaksanaan khitanan massal dilakukan pagi hari oleh tim medis dan tokoh adat setelah prosesi selesai, acara ditutup dengan silaturahmi masyarakat lintas dusun.

Kepala Desa Ranggi Asam menegaskan kegiatan ini adalah bentuk gotong royong. “Ini bukan hanya urusan keluarga. Ini urusan desa. Kami ingin anak-anak tumbuh sehat, dan masyarakat semakin erat,” katanya.

Panitia mencatat ratusan peserta sudah terdaftar. Warga dari luar desa bahkan dari luar Bangka Barat juga dipersilakan hadir menyaksikan.

Tradisi ini sekaligus menjadi magnet wisata budaya. Tagar *#ayokebangkabarat #sunatmassaldesaranggiasam #desaranggiasam #pesonaindonesia #wonderfulindonesia* digaungkan agar khalayak luas tahu bahwa Bangka Barat punya kekayaan adat yang hidup dan layak dijaga.

Pesta Adat Khitanan Massal Desa Ranggi Asam 2026 membuktikan satu hal: tradisi tidak akan mati selama masyarakatnya masih mau “bertindak”.