SABANG – 21 November 2025, Pemerintah Kota Sabang kembali menunjukkan komitmen serius dalam peningkatan mutu layanan kesehatan dasar. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran langsung Kepala Dinas Kesehatan Kota Sabang, Dr.Edi Suharto, pada kegiatan strategis Asistensi Penganggaran dan Pelaporan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan Tahun 2026 di Jakarta.
Kegiatan asistensi yang berlangsung pukul 08.00–11.15 WIB tersebut diselenggarakan di Ruang Sasana Bhakti Praja, Gedung C Lantai 3, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat. Acara ini menjadi forum penting bagi pemerintah daerah se-Indonesia dalam memastikan bahwa perencanaan dan pelaporan SPM 2026 dilakukan secara presisi, akuntabel, dan sesuai standar nasional.
Kehadiran Dr.Edi Suharto secara langsung menunjukkan keseriusan Pemko Sabang untuk memperkuat tata kelola kesehatan daerah, terutama dalam penyusunan anggaran prioritas dan pencapaian indikator layanan dasar.
“Kehadiran kami di Kemendagri adalah bentuk komitmen bahwa Sabang ingin memastikan penyusunan SPM 2026 benar-benar matang, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi masyarakat. SPM adalah standar wajib yang harus dipenuhi daerah, dan kami ingin Sabang menjadi daerah yang benar-benar siap,” tegas Edi Suharto.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai aspek strategis dibahas, termasuk pemetaan kebutuhan anggaran, penyelarasan indikator SPM, hingga penguatan sistem pelaporan berbasis digital yang menjadi tuntutan pelayanan publik modern. Hal ini menjadi landasan penting agar program kesehatan tahun depan mampu memberikan manfaat maksimal mulai dari layanan kesehatan ibu dan anak, perbaikan gizi masyarakat, imunisasi, hingga penanganan penyakit menular.
Dr.Edi Suharto juga tampak berinteraksi dengan para peserta dari berbagai daerah, memperluas jejaring koordinasi dan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, sebagaimana terlihat dalam dokumentasi kegiatan di Sasana Bhakti Praja Kemendagri.
Pemko Sabang menegaskan bahwa penguatan layanan dasar kesehatan tetap menjadi prioritas utama. Kehadiran Kepala Dinkes di kegiatan nasional ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas perencanaan dan realisasi layanan kesehatan yang lebih merata, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat Pulau Weh.
(Eric Karno)











