Sabang – Pemerintah Kota Sabang kembali menghadirkan kegiatan jalan santai yang sarat makna, bertajuk “Sehat Bersama, Raih Kebersamaan”, pada Minggu, 19 Oktober 2025, bertempat di Area Sabang Fair, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Selasa 14 Oktober 2025
Semula dijadwalkan pada 12 Oktober 2025, kegiatan ini diundur untuk memberi waktu persiapan lebih matang. Penundaan justru memantik antusiasme yang lebih besar dari masyarakat, tercatat lebih dari 8.000 peserta siap mengikuti momen kebersamaan.
Kegiatan yang gratis terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang usia maupun latar belakang. Jalan santai ini menjadi simbol persatuan warga Sabang tanpa sekat, tanpa perbedaan, dan tanpa kepentingan politik. Yang ada hanyalah satu: Sabang Bersatu.
Wali Kota Sabang, H. Zulkifly H. Adam, didampingi Wakil Wali Kota Drs. H. Suradji Junus, Mengajak masyarakat memanfaatkan kegiatan ini untuk mempererat persaudaraan dan menjaga kedamaian kota.
“Mari kita nikmati udara pagi yang segar, tebarkan senyum, dan semangat kebersamaan. Sabang yang damai adalah kekuatan kita bersama,” tegas Wali Kota.
Selain menanamkan kesadaran hidup sehat, kegiatan ini diramaikan dengan door prize menarik dan hadiah utama berupa uang tunai untuk 15 peserta beruntung, serta voucher menginap di Mars Resort dan hadiah hiburan lainnya.
Kegiatan ini didukung oleh sejumlah sponsor ternama, seperti Bank Aceh, Pegadaian, PT Sabang Motor, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Mars Resort, sebagai bentuk kolaborasi positif untuk memperkuat semangat kebersamaan warga Sabang.
Lebih dari sekadar olahraga, Jalan Santai Kota Sabang menjadi wadah silaturahmi dan simbol komitmen masyarakat dalam menjunjung nilai persatuan, kesehatan, dan kedamaian. Momentum ini menegaskan semangat Sabang Kreatif Jaya, kota yang dinamis, harmonis, dan terus berkembang.
Dengan tema “Sehat Bersama, Raih Kebersamaan”, setiap langkah peserta menjadi simbol gerak bersama menuju Sabang yang lebih maju, damai, dan bermartabat. Karena Sabang bukan sekadar tempat berpijak, melainkan rumah kita bersama.
Laporan Eric Karno









