Meulaboh, Aceh — Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) menggelar pertemuan rutin Rayon 4 yang dipusatkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Meulaboh, Sabtu, 31 Januari 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Indahnya Kebersamaan dalam Syiar dan Syair” ini berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, mencerminkan semangat kebersamaan serta komitmen PIPAS dalam mendukung tugas dan fungsi Pemasyarakatan.
Acara dibuka dengan penampilan Tari Ranup Lampuan yang dipersembahkan oleh PIPAS Lapas Blangpidie sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan tamu. Tarian tradisional khas Aceh tersebut sekaligus menampilkan kekayaan budaya daerah yang sarat makna persaudaraan dan keramahan. Kehadiran anggota PIPAS dari seluruh rayon di Aceh semakin menambah semarak dan kekhidmatan kegiatan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Aceh sekaligus Pembina PIPAS Daerah Aceh, Yan Rusmanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa pertemuan rutin PIPAS merupakan wujud nyata komitmen organisasi dalam menjaga kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat solidaritas antar anggota.
Ia menekankan pentingnya peran strategis PIPAS dalam membangun hubungan kekeluargaan, memberikan dukungan moril kepada para suami yang bertugas sebagai petugas pemasyarakatan, serta berkontribusi aktif melalui berbagai kegiatan kreatif dan inovatif yang sejalan dengan pembangunan pemasyarakatan.
Di sela kegiatan PIPAS, Kanwil Ditjenpas Aceh juga menyelenggarakan rapat koordinasi bersama seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Aceh. Rapat yang dipimpin langsung oleh Yan Rusmanto tersebut membahas evaluasi kinerja pemasyarakatan, penguatan tata nilai organisasi, peningkatan keamanan dan layanan, serta penegasan dukungan penuh terhadap program kerja Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), khususnya program ketahanan pangan dan implementasi 15 Program Aksi Kemenimipas sebagai pedoman pelaksanaan tugas di seluruh jajaran.
Sementara itu, Ketua PIPAS Daerah Aceh, Ny. Anis Yan Rusmanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertemuan rutin PIPAS memiliki makna penting dalam membangun kebersamaan, memperkuat peran perempuan pemasyarakatan, serta meningkatkan kreativitas dan wawasan anggota. Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan antaranggota sekaligus meneguhkan peran PIPAS sebagai wadah pemberdayaan dan pendukung utama keluarga besar pemasyarakatan.
Suasana haru turut mewarnai rangkaian acara saat Kepala Rutan Kelas IIB Tapaktuan, Ramli, secara resmi berpamitan karena memasuki masa purnabakti. Di hadapan Kepala Kanwil, jajaran pejabat, serta seluruh Kepala UPT Pemasyarakatan se-Aceh, ia menyampaikan ungkapan terima kasih atas kebersamaan dan dukungan selama masa pengabdian. Momen tersebut menjadi refleksi penghormatan atas dedikasi dan loyalitas seorang abdi negara dalam dunia pemasyarakatan.
Kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Harist Abu Naufal, dengan materi mengenai peran istri dalam mendukung kinerja suami serta persiapan menyambut bulan suci Ramadan. Tausiyah ini memberikan penguatan nilai spiritual sekaligus menegaskan peran strategis keluarga dalam mendukung tugas pemasyarakatan.
Agenda berikutnya diisi dengan laporan pengurus PIPAS Daerah Aceh serta perlombaan vokal grup religi yang diikuti perwakilan Rayon 1 hingga Rayon 4. Suasana kompetitif yang dibalut kebersamaan menambah semarak acara, hingga ditutup dengan pembagian hadiah dan doorprize bagi para peserta.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan kemandirian, kegiatan ini juga diramaikan dengan stand pameran produk warga binaan, meliputi hasil ketahanan pangan dan berbagai produk kreatif UPT Pemasyarakatan di Aceh. Pameran tersebut menjadi ajang promosi sekaligus bukti nyata keberhasilan program pembinaan yang terus dikembangkan.
Pertemuan rutin PIPAS Rayon 4 ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi, meningkatkan solidaritas, serta meneguhkan peran PIPAS sebagai bagian tak terpisahkan dari ekosistem pemasyarakatan. Dengan semangat kebersamaan yang dibalut syiar dan syair, kegiatan ini diharapkan mampu memperkokoh kontribusi PIPAS dalam mendukung kemajuan pemasyarakatan di Aceh.
~Eric Karno









