Selindung, Pangkalpinang — Jumat, 7 November 2025. Aroma busuk praktik gelap kembali menyeruak dari balik tembok kokoh Lapas Narkotika Selindung. Dua narapidana berinisial M (Muis) dan W (Wendi alias Badok) kini tengah menjadi sorotan tajam publik setelah beredar rekaman percakapan mencurigakan yang diduga kuat dilakukan dari dalam sel tahanan.
Dalam percakapan yang menggunakan kode sandi seperti “peta kosong”, “TF lah”, hingga “ambil di kampung keramat (kamker)”, tampak pula bukti transfer senilai Rp180 ribu.
Rangkaian komunikasi itu mengindikasikan adanya transaksi gelap yang dikendalikan langsung dari balik jeruji.
Sumber internal yang memahami situasi di dalam lapas menilai, pengawasan telah bocor parah.
> “Kalau napi bisa bertransaksi dan berkomunikasi bebas dari dalam sel, artinya ada sistem yang gagal dijaga,” ujar salah satu sumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya.
Publik mendesak Kalapas Lapas Narkotika Selindung untuk tidak menutup mata dan segera bertindak tegas.
Kedua napi tersebut harus diperiksa menyeluruh, termasuk menelusuri siapa yang memberi akses ponsel dan komunikasi keluar.
> “Kalapas harus berani bersih-bersih internal! Jangan biarkan lapas jadi ‘kantor bisnis gelap’ di bawah pengawasan negara,” tegas salah satu pemerhati pemasyarakatan di Pangkalpinang.
Kasus ini bukan sekadar pelanggaran disiplin napi, tapi tamparan keras bagi integritas sistem pemasyarakatan.
Jika benar terbukti, maka bukan hanya dua napi yang harus disanksi, tetapi juga oknum yang membiarkan pengawasan jebol.
SikatHabisNews menegaskan:
🔴 Kemenkumham diminta segera melakukan sidak dan investigasi menyeluruh di Lapas Narkotika Selindung.
🔴 Seluruh alat komunikasi ilegal harus disita dan disterilkan dari blok tahanan.
🔴 Kalapas wajib bertanggung jawab penuh atas lemahnya kontrol di lembaga yang ia pimpin.
Tembok tinggi, sel terkunci, dan pintu baja seharusnya menjadi benteng terakhir hukum. Namun jika “transaksi gelap” masih bisa diatur dari balik jeruji, maka yang sesungguhnya terkurung bukan napi — melainkan integritas penegakan hukum itu sendiri.
SikatHabisNews | Mega Lestari ✍️







