PIDIE – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Pidie mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus dugaan pabrik sabu di Kabupaten Pidie, Aceh. Pengungkapan kasus tersebut tidak boleh berhenti pada penangkapan pelaku lapangan, tetapi harus menjadi pintu masuk untuk membongkar seluruh jaringan narkotika, termasuk dugaan keterlibatan pemodal, pemasok bahan baku, pengendali produksi, hingga pihak-pihak yang diduga berperan dalam peredaran hasil produksi.

Kepala Perwakilan YARA Pidie, Junaidi, SH, menegaskan bahwa keberhasilan mengungkap dugaan laboratorium narkotika tidak cukup diukur dari jumlah tersangka yang diamankan. Aparat harus mampu menelusuri aliran dana, mengungkap rantai pasokan bahan baku, serta mengidentifikasi pihak yang diduga mengendalikan bisnis haram tersebut.

“Jangan hanya menangkap kaki tangan, sementara aktor utama yang berada di balik layar tidak tersentuh. Penegak hukum harus berani membongkar siapa pemodalnya, siapa pemasok bahan bakunya, siapa yang mengendalikan produksi, dan ke mana hasilnya diedarkan. Jangan sampai kasus sebesar ini hanya berakhir pada penangkapan sejumlah orang tanpa mengungkap jaringan yang sesungguhnya,” tegas Junaidi.

Menurutnya, pengungkapan dugaan pabrik sabu di Pidie merupakan persoalan serius yang tidak boleh diperlakukan sebagai perkara biasa. Keberadaan fasilitas yang diduga digunakan untuk memproduksi narkotika memunculkan pertanyaan besar mengenai bagaimana aktivitas tersebut dapat berlangsung, siapa saja yang mengetahui, serta sejauh mana jaringan itu beroperasi.

YARA menilai penyidikan harus dilakukan secara menyeluruh, profesional, dan transparan. Setiap informasi mengenai kemungkinan keterlibatan pihak lain perlu ditelusuri berdasarkan bukti, tanpa pandang bulu dan tanpa membiarkan jabatan, kekuasaan, maupun kekuatan finansial menjadi tameng hukum.

“Kalau memang ada pihak yang membiayai, melindungi, atau ikut mengendalikan aktivitas tersebut, semuanya harus diperiksa sesuai hukum. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas. Siapa pun yang terbukti terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujarnya.

Pidie Jangan Dijadikan Ladang Bisnis Narkotika

Junaidi menegaskan, dugaan keberadaan pabrik sabu di wilayah Pidie seharusnya menjadi alarm keras bagi seluruh unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat. Ancaman narkotika bukan hanya berkaitan dengan tindak pidana, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda, ketahanan keluarga, keamanan lingkungan, serta kondisi sosial masyarakat.

Menurutnya, pemberantasan narkotika tidak cukup dilakukan melalui penangkapan dan pemusnahan barang bukti. Aparat juga harus memperkuat deteksi dini, pengawasan terhadap aktivitas mencurigakan, serta koordinasi antarlembaga agar wilayah Pidie tidak menjadi tempat berkembangnya jaringan produksi maupun peredaran narkotika.

“Pidie bukan tempat bagi industri narkoba. Kita tidak boleh membiarkan generasi muda menjadi korban bisnis haram yang hanya menguntungkan segelintir orang. Negara harus hadir dengan tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan keberhasilan setelah kasus terungkap,” katanya.

YARA Minta Penyidikan Transparan dan Tidak Tebang Pilih

YARA Perwakilan Pidie menyatakan akan mengawal perkembangan perkara tersebut dan meminta kepolisian menyampaikan informasi mengenai hasil penyidikan kepada publik sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Transparansi dinilai penting untuk memastikan masyarakat mengetahui bahwa perkara tersebut ditangani secara serius, sekaligus mencegah munculnya dugaan bahwa penegakan hukum hanya menyasar pihak-pihak tertentu.

Junaidi menegaskan, penyidik perlu menelusuri seluruh petunjuk dan bukti yang berkaitan dengan dugaan jaringan tersebut, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain. Namun, setiap pihak yang disebut atau diperiksa tetap harus ditempatkan berdasarkan fakta dan bukti, bukan sekadar asumsi atau tuduhan.

“Jangan sampai yang kecil dikorbankan, sementara pihak yang lebih besar justru lolos dari pertanggungjawaban. Bongkar perkara ini sampai tuntas. Jika ditemukan bukti keterlibatan pemodal, pengendali, pemasok, ataupun pihak yang memberikan perlindungan, semuanya harus diproses sesuai hukum,” pungkasnya.

YARA menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pengungkapan kasus ini bukan semata-mata penangkapan pelaku di lapangan, melainkan kemampuan aparat mengungkap keseluruhan jaringan, memutus sumber pendanaan, menghentikan rantai pasokan, serta memastikan setiap orang yang terbukti terlibat mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

\ Get the latest news /