Bireun – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen kembali mencatat sejarah penting melalui pelaksanaan Wisuda yang Ke-V Sarjana dan Magister Tahun Akademik 2025/2026. Sebanyak 839 lulusan resmi dikukuhkan dalam acara yang berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan. Sabtu (23/11/2025),
839 lulusan resmi dan Para wisudawan terdiri atas 526 lulusan laki-laki dan 313 lulusan perempuan. Dari jumlah tersebut, 706 lulusan meraih predikat Sangat Memuaskan, 52 lulusan meraih predikat Memuaskan. Dengan wisuda tahun ini, UNIKI telah menghasilkan 9.205 lulusan sejak berdiri.
Acara wisuda dihadiri ribuan tamu undangan, termasuk unsur pemerintah, akademisi, dan tokoh masyarakat. Suasana haru dan kebanggaan tampak jelas mewarnai momentum tersebut.
Wakil Rektor I Bidang Administrasi Akademik UNIKI Bireuen, Dr. M. Taufiq, M.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda adalah puncak dari perjuangan panjang mahasiswa bersama keluarga. “Wisuda adalah momen yang sangat dinanti. Perjuangan tidak mudah, mulai dari revisi dosen pembimbing, menanti giliran sidang hingga menghadapi berbagai tantangan akademik lainnya.
Namun proses inilah yang membentuk Saudara menjadi pribadi yang lebih kuat, sabar, dan bijak,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah berkorban dengan doa, tenaga dan kesabaran demi keberhasilan putra-putrinya. Dalam pidatonya,
Dr. M. Taufiq menyampaikan pesan inspiratif yang sangat mendalam “Jangan berhenti di sini. Tanyakan pada diri anda: siapa saya, apa kekuatan dan kelemahan saya, apa peluang dan ancaman di depan saya? Dengan mengenal diri, Anda akan tahu arah masa depan.”
“Bermimpilah besar dan jangan pernah menyerah. Jika kelak memasuki dunia kerja, bekerjalah dengan hati dan profesional. Hormati atasan, rekan dan bawahan. Jangan pernah berkata ‘jangan urusi saya’ Karena bekerja adalah berorganisasi dan saling mendukung,” tambahnya.
“Jika teman anda mendapat jabatan atau SK, jangan mengatakan ia tidak pantas. Hargai dan dukung mereka. Kebesaran seseorang terlihat dari kerelaannya memberi apresiasi kepada orang lain,” pesan Dr. M. Taufiq.
(Neng Juli)






