Aceh Besar | Kamis, 14 Mei 2026 — Nilai silaturrahmi dalam ajaran Islam dinilai memiliki peran besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang sehat, berkeadilan, dan berkelanjutan. Dalam perspektif hukum ekonomi syariah, hubungan sosial yang harmonis diyakini mampu membangun ekosistem ekonomi yang jujur, amanah, serta saling menguntungkan antar masyarakat maupun pelaku usaha.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Junaidi, dosen tetap di STAI Jamiatur Tarbiyah Aceh Utara yang juga dikenal sebagai guru pengajian dan pembina Rumah Tahfiz Raudhatul Qur’an di Komplek Bharadaksa, Desa Rabeu, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar.

Tokoh yang akrab disapa “Waled” tersebut menegaskan bahwa penguatan hubungan sosial dalam kehidupan bermasyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam membangun ekonomi nasional yang kuat dan penuh keberkahan.

Dalam keterangannya bersama sejumlah akademisi dari Universitas Malikussaleh dan STIA Nasional, Dr. Junaidi menyoroti pentingnya membangun kepercayaan, komunikasi yang sehat, serta kolaborasi antarmasyarakat sebagai fondasi utama dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.

Menurutnya, hubungan sosial yang harmonis akan melahirkan rasa saling percaya dalam aktivitas ekonomi. Dari kepercayaan tersebut, peluang kerja sama, investasi, pengembangan usaha, hingga perluasan jaringan ekonomi akan semakin terbuka luas dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Silaturrahmi bukan hanya mempererat persaudaraan, tetapi juga membuka pintu rezeki, memperluas jaringan usaha, dan meningkatkan produktivitas ekonomi nasional. Dalam prinsip syariah, hubungan yang baik akan melahirkan keberkahan dalam aktivitas ekonomi,” ujar Dr. Junaidi.

Ia juga menegaskan bahwa penerapan nilai-nilai syariah seperti amanah, kejujuran, tanggung jawab, keadilan, serta semangat tolong-menolong menjadi pondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Menurutnya, konsep ekonomi syariah tidak hanya berorientasi pada keuntungan material semata, tetapi juga mengedepankan keberkahan, keadilan sosial, pemerataan kesejahteraan, dan kemaslahatan bersama. Karena itu, penguatan nilai persaudaraan dan kebersamaan diyakini mampu melahirkan sistem ekonomi yang lebih tangguh, manusiawi, dan berkelanjutan.
Dr. Junaidi berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga silaturrahmi dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam aktivitas ekonomi dan dunia usaha.

Dengan hubungan sosial yang kuat dan kolaborasi yang harmonis, pertumbuhan ekonomi nasional diyakini akan semakin stabil, produktif, serta memberikan manfaat luas bagi bangsa dan negara.
“Ketika nilai syariah, persaudaraan, dan kepercayaan dijaga dengan baik, maka ekonomi tidak hanya tumbuh secara angka, tetapi juga menghadirkan keberkahan dan kesejahteraan yang dirasakan bersama oleh masyarakat,” tutupnya.

Eric karno