Sabang Sebuah momen bersejarah kembali tercatat di Pulau Weh. Museum BPKS Sabang resmi menerima Surat Penghargaan (Certificate of Appreciation) dari Kedutaan Besar Prancis di Jakarta atas peran besarnya dalam melestarikan warisan sejarah hubungan Indonesia–Prancis yang terukir di Sabang sejak masa Perang Dunia II,1/10/2025. Sabtu 4 Oktober 2025

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Penghargaan bergengsi itu diserahkan langsung oleh Colonel Erwan Lintant, L’Attaché de Défense de France à Jakarta (Atase Pertahanan Prancis di Indonesia), kepada Kepala Museum BPKS Sabang, EVAN BOY FOREMAN, SE — sosok yang dikenal luas dengan panggilan akrab Mr. Batman di kalangan pelestari sejarah Sabang.

Kunjungan Diplomatik dan Penghormatan di Tanah Sejarah

Rombongan Kedutaan Besar Prancis yang terdiri dari enam delegasi resmi — tiga perwira militer Prancis dan tiga staf diplomatik — melakukan kunjungan kehormatan ke Sabang.
Agenda dimulai dengan upacara penghormatan di Makam Pahlawan Prancis di Kuburan Eropa “Mini Kerkhof” Kuta Ateuh, Kecamatan Sukakarya, Sabang, tempat di mana para prajurit Prancis dimakamkan sejak masa Perang Dunia II. Upacara ini merupakan tradisi tahunan Kedutaan Besar Prancis untuk mengenang jasa para pahlawan mereka di tanah Nusantara.

Usai prosesi kehormatan, rombongan melanjutkan agenda ke Museum BPKS Sabang — satu-satunya museum di Indonesia yang memiliki ruang pamer khusus tentang sejarah Prancis di Sabang. Ruangan ini memamerkan berbagai arsip, dokumentasi perang, artefak tempo dulu, hingga topi asli milik Kapten Kapal Perang Prancis yang gugur di Sabang — peninggalan langka yang disebut-sebut satu-satunya di dunia.

Apresiasi Penuh dari Pemerintah Prancis

Dalam sambutannya, Col. Erwan Lintant menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi kepada pihak Museum BPKS Sabang.

“Museum ini tidak hanya menjaga peninggalan sejarah Prancis, tetapi juga merawat semangat persahabatan lintas bangsa. Kami sangat menghargai dedikasi dan komitmen yang luar biasa dari tim Museum BPKS Sabang,” ujarnya.

Sementara itu, EVAN BOY FOREMAN, SE Mengungkapkan rasa haru dan kebanggaannya atas penghargaan tersebut.

“Ini bukan hanya bentuk kehormatan bagi museum, tapi juga bagi seluruh masyarakat Sabang. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa sejarah dunia turut hidup di tanah Sabang, dan kami akan terus menjaganya untuk generasi mendatang,” ucapnya dengan penuh semangat.

Sabang, Gerbang Sejarah Dunia dari Ujung Barat Indonesia

Kunjungan diplomatik yang berlangsung dari pagi hingga menjelang senja itu berjalan hangat dan penuh makna. Delegasi Kedubes Prancis menilai bahwa Museum BPKS Sabang telah berhasil menjadikan nilai sejarah sebagai jembatan persahabatan antarbangsa — sekaligus memperkuat citra Sabang sebagai kota bersejarah yang memiliki peran penting dalam perjalanan dunia.

Dalam kesempatan yang sama, Evan Boy Foreman menuturkan bahwa Sabang bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga pusat sejarah dan maritim yang memiliki daya tarik global.

“Dari masa perdagangan bebas Hindia Belanda hingga era Perang Dunia II, Sabang selalu menjadi saksi penting pergerakan dunia. Pelabuhan alam Sabang adalah keajaiban maritim yang tak ternilai, dan sejarahnya adalah kebanggaan kita semua,” tutur Evan dengan tegas.

Dengan penghargaan ini, Museum BPKS Sabang semakin menegaskan eksistensinya sebagai pusat pelestarian sejarah internasional di ujung barat Indonesia — menjaga warisan, menghidupkan memori, dan mempererat diplomasi antarbangsa melalui kekuatan sejarah.

Museum BPKS Sabang – Dari Sabang untuk Dunia: Menjaga Warisan, Merawat Persahabatan, Membangun Kebanggaan Bangsa.

Penulis : Eric Karno