Jakarta : Dr. Iswadi, akademisi dan pengamat kebijakan publik, kembali menegaskan pentingnya peran strategis Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia. Dalam pandangannya, Indonesia memiliki kapasitas besar untuk tampil sebagai kekuatan penyeimbang global, khususnya dalam merespons dinamika geopolitik yang terjadi di Iran.
Sebagai Ketua Umum Solidaritas Pemersatu Bangsa Indonesia (SPBI), Dr. Iswadi menilai bahwa Indonesia memiliki modal historis dan diplomatik yang kuat untuk berperan sebagai mediator dalam konflik internasional. Prinsip politik luar negeri bebas aktif yang telah menjadi fondasi sejak awal kemerdekaan dinilai sebagai kekuatan utama yang menjadikan Indonesia mampu menjalin hubungan dengan berbagai pihak secara seimbang.
Menurut Dr. Iswadi, situasi di Iran membutuhkan pendekatan yang tidak hanya mengandalkan kekuatan militer atau tekanan politik, tetapi juga mengedepankan diplomasi yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada dialog. Dalam konteks ini, Indonesia dinilai memiliki legitimasi moral untuk hadir sebagai penengah yang dapat diterima oleh berbagai pihak.
Indonesia memiliki posisi unik sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia yang tetap menjunjung tinggi nilai demokrasi dan toleransi. Hal ini menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan di tengah konflik global yang kompleks, ujar Dr. Iswadi.
Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah konkret dengan memimpin pembentukan koalisi internasional yang berfokus pada penjaminan perdamaian. Koalisi tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi simbol, tetapi benar-benar berfungsi sebagai wadah kolaborasi negara-negara yang memiliki komitmen terhadap stabilitas global dan nilai-nilai kemanusiaan.
Dalam pandangannya, pembentukan koalisi penjamin perdamaian harus berlandaskan prinsip keadilan, penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta kepatuhan terhadap hukum internasional. Ia juga menekankan pentingnya melibatkan berbagai pihak, mulai dari organisasi internasional, negara negara kawasan, hingga masyarakat sipil, guna memastikan bahwa setiap upaya perdamaian mencerminkan aspirasi masyarakat yang terdampak konflik.
Dr. Iswadi menilai bahwa momentum global saat ini harus dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memperkuat posisinya di panggung internasional. Dengan meningkatnya ketegangan di berbagai kawasan dunia, kehadiran negara yang mampu menjadi jembatan dialog menjadi semakin penting. Indonesia, dengan rekam jejak diplomasi yang konsisten dalam mendorong perdamaian, dinilai berada pada posisi yang tepat untuk mengambil peran tersebut.
Dalam aspek implementasi, ia menyarankan agar Indonesia memulai langkah strategis melalui diplomasi multilateral yang intensif. Komunikasi dengan negara-negara sahabat, khususnya yang memiliki pengaruh di kawasan Timur Tengah, perlu diperkuat guna membangun kesepahaman bersama terkait pentingnya menjaga stabilitas di Iran. Selain itu, Indonesia juga dapat memanfaatkan perannya dalam berbagai forum internasional untuk mendorong lahirnya resolusi yang mendukung upaya perdamaian yang berkelanjutan.
Tidak hanya itu, Dr. Iswadi juga menekankan pentingnya kepemimpinan nasional yang berani dan visioner dalam merespons tantangan global. Menurutnya, peran aktif Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia tidak hanya akan berdampak pada stabilitas internasional, tetapi juga memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang berkomitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.
Gagasan ini sejalan dengan konsistensi Dr. Iswadi dalam mendorong pentingnya peran aktif masyarakat internasional dalam menjaga perdamaian dunia. Ia menegaskan bahwa perdamaian bukan hanya tanggung jawab negara yang sedang berkonflik, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama seluruh bangsa di dunia.
Sebagai penutup, Dr. Iswadi mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendukung langkah-langkah strategis pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional. Ia meyakini bahwa dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas global, Indonesia dapat memainkan peran yang lebih signifikan dalam mewujudkan perdamaian dunia, termasuk di Iran.









