Jakarta – TNI Angkatan Udara (TNI AU) menggelar rapat yang membahas arah strategis pengembangan infrastruktur fasilitas pertahanan udara di Lanud Sultan Hasanuddin (Hnd) Makassar serta Lanud Haluoleo (Hlo) Kendari.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi di Mabesau, Jakarta, Senin (20/10).

Pengembangan infrastruktur di kedua pangkalan TNI Angkatan Udara tersebut bertujuan untuk memperkuat kesiapan operasional, sekaligus mendukung pembangunan postur pertahanan udara yang modern, adaptif, dan berkelanjutan.

“Pembangunan infrastruktur di Lanud Sultan Hasanuddin dan Lanud Haluoleo harus menjadi bagian integral dari desain besar pembangunan kekuatan udara nasional yang modern, adaptif, dan berkelanjutan, demi menjaga kedaulatan dan keamanan negara,” ujar Marsdya TNI Tedi Rizalihadi dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Rabu (22/10).

Ia kemudian menyoroti empat aspek krusial yang harus menjadi fokus perhatian dalam proses pembangunan, meliputi kualitas konstruksi yang memenuhi standar military-grade, optimalisasi fungsi operasional, jaminan aspek keamanan, serta penyelesaian proses pembebasan lahan secara tepat dan transparan.

Wakasau Marsdya TNI Tedi Rizalihadi
Wakasau Marsdya TNI Tedi Rizalihadi memimpin rapat yang membahasa arah strategis pengembangan infrastruktur fasilitas pertahanan udara di Lanud Sultan Hasanuddin (Hnd) Makassar serta Lanud Haluoleo (Hlo) Kendari. (Foto: Dok. Dispenau)
“ Runway, hanggar, fasilitas Quick Reaction Alert (QRA), radar, hingga sistem komando dan kendali merupakan elemen vital yang menentukan kesiapan serta efektivitas operasi TNI Angkatan Udara di masa mendatang,” pungkas Tedi.

Lanud Hasanuddin dan Lanud Haluoleo merupakan dua pangkalan TNI AU yang memiliki tugas strategis untuk menjaga kedaulatan di wilayah tengah Indonesia.

Lanud Hasanuddin merupakan lanud Tipe A dengan pimpinan tertingginya merupakan perwira tinggi (Pati) TNI AU bintang satu, marsekal pertama (Marsma).

Secara spesifik, Lanud Sultan Hasanuddin memiliki tiga skadron mulai dari skadron tempur hingga angkut, yakni Skadron Udara 11 dengan pesawat tempur Sukhoi Su-27/30, Skadron Udara 5 yang merupakan home base bagi pesawat intai strategis Boeing 737, serta Skadron Udara 33 sebagai operator untuk pesawat angkut berat C-130 Hercules.

Sementara itu, status Lanud Haluoleo saat ini diketahui masih menjadi lanud Tipe B, di mana jabatan komandan lanud diemban oleh perwira menengah (Pamen) TNI AU dengan pangkat kolonel