SIGLI – Sebanyak 770 peserta dari 23 kecamatan di Kabupaten Pidie mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXVIII tingkat Kabupaten Pidie Tahun 2026. Ajang keagamaan yang berlangsung selama sepekan, mulai 7 hingga 13 November 2026, resmi dibuka oleh Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah di Lapangan Bola Kaki Mutiara, Kecamatan Mutiara Timur, Sabtu (7/11/2026).

Pembukaan MTQ tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Pidie Alzaizi Umar. Suasana pembukaan berlangsung meriah dengan penampilan marching band, tarian massal, serta penyambutan tamu undangan yang menandai dimulainya kompetisi keagamaan tingkat kabupaten tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Sarjani Abdullah menegaskan bahwa MTQ tidak boleh sekadar menjadi ajang perlombaan untuk memperebutkan gelar juara dan penghargaan. Lebih dari itu, MTQ harus menjadi momentum membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat serta melahirkan generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam (Kadis SI) Pidie, Fazli, mengatakan pelaksanaan MTQ XXXVIII mempertandingkan berbagai cabang perlombaan yang melibatkan ratusan peserta dari seluruh kecamatan di Kabupaten Pidie.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah bagi para qari dan qariah untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan, pencarian, dan penjaringan bibit-bibit unggul yang nantinya diharapkan mampu mewakili Kabupaten Pidie pada ajang MTQ tingkat provinsi maupun jenjang berikutnya.

Untuk menyukseskan kegiatan tersebut, sebanyak 60 orang panitia turut dilibatkan dalam berbagai bidang kepanitiaan, mulai dari persiapan, pelaksanaan perlombaan hingga pelayanan terhadap peserta dan kafilah dari 23 kecamatan.

Dengan jumlah peserta mencapai 770 orang, MTQ tahun ini menjadi salah satu agenda keagamaan penting bagi Kabupaten Pidie. Selama pelaksanaan berlangsung, seluruh peserta akan berkompetisi sesuai cabang masing-masing dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah.

Pemerintah Kabupaten Pidie berharap melalui kegiatan ini akan lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.

(Tasbir)

\ Get the latest news /