PIDIE – SMP Negeri 2 Muara Tiga, Kabupaten Pidie, memperingati Hari Besar Islam (HBI) Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat dan kebersamaan. Tak sekadar menjadi agenda keagamaan, kegiatan tersebut juga diwarnai aksi sosial berupa pemberian santunan kepada 14 anak yatim.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting bagi keluarga besar SMP Negeri 2 Muara Tiga untuk kembali menghidupkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW, khususnya dalam membangun karakter peserta didik yang berakhlak, peduli dan memiliki kepekaan terhadap sesama.

Kepala SMP Negeri 2 Muara Tiga, Amiruddin, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Menurutnya, esensi utama Maulid adalah bagaimana keteladanan Rasulullah SAW dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama oleh para siswa.

“Peringatan Maulid Nabi ini kita laksanakan sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW. Kita berharap melalui kegiatan ini anak-anak dapat mengambil hikmah dan meneladani akhlak beliau, terutama dalam hal kejujuran, kepedulian, kasih sayang dan saling membantu,” ujar Amiruddin.

Ia mengatakan, pemberian santunan kepada anak yatim menjadi salah satu wujud nyata dari nilai kepedulian yang diajarkan Rasulullah SAW. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 14 anak yatim menerima santunan dari keluarga besar SMP Negeri 2 Muara Tiga.

“Anak-anak perlu kita ajarkan sejak dini bahwa berbagi dan peduli terhadap sesama merupakan bagian dari nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW. Semoga santunan yang diberikan ini dapat bermanfaat dan menjadi amal kebaikan bagi semua pihak yang terlibat,” tambahnya.

Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui teori di dalam ruang kelas. Nilai kepedulian, kasih sayang dan berbagi harus diwujudkan melalui tindakan nyata agar dapat menjadi bagian dari kepribadian peserta didik.

Melalui kegiatan tersebut, SMP Negeri 2 Muara Tiga tidak hanya memperkuat hubungan silaturahmi antara guru, siswa dan masyarakat, tetapi juga berupaya menanamkan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pun berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Santunan kepada 14 anak yatim menjadi pesan kuat bahwa pendidikan di sekolah bukan hanya soal mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki akhlak, empati dan kepedulian terhadap sesama.