Sikathabisnews.com – Dalam khotbahnya yang diambil dari 1 Tesalonika 5:1–11, Yesaya Bagau, S.IP., M.Si mengajak jemaat untuk senantiasa hidup berwaspada dan berjaga-jaga menantikan kedatangan Tuhan. Ia menjelaskan bahwa surat Tesalonika ditulis oleh Rasul Paulus sebagai pengajaran bagi jemaat agar tetap teguh dalam iman.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurutnya, ada dua pelajaran penting yang harus dipegang oleh setiap orang percaya. Pertama, waspada terhadap hal-hal yang datang secara tiba-tiba. Kedua, tetap kuat dalam menjalani kehidupan. Paulus menggunakan ilustrasi seorang ibu yang sedang mengandung. Semua orang mengetahui bahwa seorang ibu hamil akan melahirkan, tetapi tidak seorang pun mengetahui secara pasti kapan waktunya. Demikian pula dengan kedatangan Tuhan, hanya Allah yang mengetahuinya.

Ia mengingatkan bahwa bahkan Yesus sendiri pernah menyatakan bahwa waktu kedatangan-Nya tidak diketahui manusia. Karena itu, setiap orang percaya harus selalu siap dan berjaga-jaga. Kedatangan Tuhan diibaratkan seperti pencuri pada malam hari yang datang tanpa pemberitahuan.

Yesaya Bagau juga menegaskan bahwa kewaspadaan harus diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan, baik dalam keluarga, lingkungan, maupun kehidupan rohani. Menurutnya, doa merupakan kekuatan utama untuk menghadapi berbagai pencobaan, hawa nafsu, dan keinginan daging. Berbagai peristiwa seperti peperangan, pembunuhan, dan bencana menjadi pengingat agar umat Tuhan semakin mendekatkan diri kepada-Nya.

Ia mengutip perumpamaan tentang lima gadis bijaksana dan lima gadis bodoh sebagai pengingat pentingnya kesiapan menyambut kedatangan Tuhan. Orang percaya diminta untuk tidak mudah terpengaruh oleh pola hidup dunia ataupun oleh mereka yang tidak mengenal Tuhan, melainkan tetap hidup sesuai dengan firman-Nya.

Dalam bagian berikutnya, Yesaya Bagau mengingatkan jemaat agar mengenakan “perlengkapan senjata Allah”, sebagaimana diajarkan Rasul Paulus, sehingga mampu bertahan menghadapi berbagai serangan rohani. Iman harus dijaga dengan sungguh-sungguh agar tidak mudah goyah oleh pengaruh dunia.

Sebagai teladan, ia mengangkat kisah Daniel yang tetap setia kepada Tuhan meskipun menghadapi tekanan dari penguasa. Keteguhan iman Daniel menjadi contoh bahwa orang yang tetap percaya kepada Tuhan akan dipelihara dan dimuliakan oleh-Nya.

Mengakhiri khotbahnya, Yesaya Bagau mengutip Yakobus 5:8: “Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat.” Ayat tersebut menjadi ajakan bagi setiap orang percaya untuk terus hidup dalam kewaspadaan, memperkuat iman, serta setia menantikan kedatangan Tuhan.

Sumber: Yesaya Bagau, S.IP., M.Si

Penulis: Maleaki Tipagau