Nagan Raya – Senin 11/5/2026 Kekecewaan masyarakat desa Kuta Trieng kecamatan Darul Makmur kabupaten Nagan Raya yang mengalami dampak pasca bencana banjir bandang Aceh Sumatra 2025 lalu, masyarakat berorasi dan memblokir jalan nasional hingga terjadi kemacetan parah. (12/5/2026)
Pasca bencana banjir bandang 2025 telah merenggut harta benda bahkan rumah masyarakat Desa Kuta Trieng, sampai hari ini diduga belum sepenuhnya mendapat pemulihan oleh pemerintah, masyarakat mengaku kecewa tentang penyaluran dana bantuan rehabilitasi dampak ringan dan rusak menengah di nilai lamban, setengah tahun pasca bencana.
Sebagai wujud rasa kecewa, masyarakat mengibarkan bendera putih di sepanjang trotoar jalan nasional, dan penyampaian aspirasi melalui orasi, masyarakat berharap mendapat tanggapan pemerintah daerah atau dinas terkait pemulihan pasca Bencana banjir bandang.
Sebelumnya, Kepala BPBD dinas Sosial berjanji akan turun untuk menjumpai masyarakat desa Kuta Trieng pada hari Senin 11/5/2026, namun sayang setelah masyarakat menunggu dari sejak pagi pukul 09.00-wib hingga sore pukul 16.00, namun pihak dinas terkait tidak hadir ke desa kota Trieng, sehingga memicu kemarahan masa.
“Masyarakat murka” Ratusan warga masyarakat yang menunggu kedatangan para kepala Dinas tersebut, dari pagi hingga sore hari, merasa telah tertipu oleh janji mereka, dengan rasa kecewa masyarakat melakukan aksi Blokir Jalan Nasional MBO-Tapak, tepat nya di jalur dua desa Kuta Trieng, Pemblokiran jalan mengakibatkan kemacetan panjang, orasi sempat berpindah ke halaman mesjid hingga orasi selesai.
Orasi masyarakat di jalan raya mendapat tanggapan oleh kepolisian yaitu Polsek Darul Makmur Iptu Ade Hadir SH dan jajaran nya juga Koramil setempat, Kapolsek dan jajaran nya turun lansung menjumpai masyarakat yang sedang berorasi, Kapolsek menghimbau masyarakat tidak meneruskan memblokir jalan, supaya tidak menggangu ketertiban lalulintas, tak berselang lama masa yang berorasi berhasil di pindah kembali ke halaman mesjid desa setempat.
Abdul M Tr










